Kerja di Jepang Bidang Konstruksi: Peluang, Syarat, dan Gaji Terbaru

Bekerja di Jepang bidang konstruksi menjadi salah satu pilihan paling diminati oleh tenaga kerja Indonesia. Jepang terus mengalami kekurangan tenaga kerja di sektor pembangunan, terutama untuk proyek infrastruktur, perumahan, dan renovasi bangunan. Melalui skema visa seperti Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker), peluang kerja di bidang konstruksi semakin terbuka lebar.

Mengapa Kerja di Jepang Bidang Konstruksi Menarik?

Jepang dikenal dengan sistem kerja yang rapi, teknologi maju, serta upah yang relatif tinggi dibandingkan beberapa negara lain di Asia. Sektor konstruksi menjadi prioritas karena:

  • Banyak proyek infrastruktur dan perumahan
  • Populasi pekerja lokal menurun
  • Kebutuhan tenaga asing terus meningkat
  • Kesempatan kontrak jangka panjang melalui visa Tokutei Ginou

Jenis Pekerjaan Konstruksi di Jepang

Berikut beberapa pekerjaan konstruksi yang paling banyak dibutuhkan:

  • Pekerja bangunan (struktur beton dan baja)
  • Tukang kayu (daiku)
  • Pekerja pembesian dan bekisting
  • Operator alat berat
  • Pekerja finishing dan renovasi
  • Pekerja pemasangan pipa dan instalasi

Pekerjaan ini tersedia untuk proyek gedung, rumah tinggal, jalan, jembatan, hingga fasilitas umum.


Syarat Kerja Konstruksi di Jepang

Untuk bisa bekerja di Jepang bidang konstruksi, umumnya diperlukan syarat berikut:

  1. Usia 18–40 tahun
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Lulus tes keterampilan konstruksi
  4. Lulus tes bahasa Jepang (JLPT N4 atau JFT-Basic)
  5. Tidak memiliki catatan kriminal
  6. Siap bekerja keras dan mengikuti aturan kerja Jepang

Bagi yang sudah pernah mengikuti program magang (kenshuusei), prosesnya biasanya lebih mudah.


Gaji Kerja Konstruksi di Jepang

Gaji pekerja konstruksi di Jepang tergolong kompetitif. Rata-rata gaji:

  • Gaji bulanan: ¥180.000 – ¥300.000
  • Upah per jam: ¥1.000 – ¥1.500
  • Lembur dibayar sesuai aturan (1,25–1,5 kali upah)

Besaran gaji tergantung lokasi kerja, jenis proyek, dan pengalaman.


Jam Kerja dan Sistem Kerja

Jam kerja standar di Jepang adalah:

  • 8 jam per hari
  • 5–6 hari kerja per minggu

Pekerja konstruksi sering mendapatkan lembur, terutama saat proyek mendekati tenggat waktu.


Keuntungan Bekerja di Jepang Bidang Konstruksi

  • Gaji lebih tinggi dibandingkan di Indonesia
  • Kesempatan menabung besar
  • Pengalaman kerja internasional
  • Disiplin dan keterampilan meningkat
  • Bisa memperpanjang masa kerja hingga 5 tahun (Tokutei Ginou)

Tantangan Kerja Konstruksi di Jepang

  • Pekerjaan fisik cukup berat
  • Cuaca ekstrem (panas dan dingin)
  • Harus disiplin tinggi dan tepat waktu
  • Adaptasi dengan budaya kerja Jepang

Namun, dengan mental kuat dan niat bekerja, tantangan ini bisa diatasi.


Cara Mendaftar Kerja Konstruksi di Jepang

Beberapa jalur pendaftaran yang umum:

  • LPK resmi dan berizin
  • Program Tokutei Ginou
  • Perusahaan perekrut resmi Jepang
  • Eks magang Jepang

Pastikan memilih jalur yang legal dan transparan.

Kerja di Jepang bidang konstruksi adalah peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin meningkatkan penghasilan dan pengalaman. Dengan persiapan bahasa Jepang, fisik yang kuat, dan memilih jalur resmi, impian bekerja di Jepang bisa terwujud.

Jika kamu tertarik, mulai persiapkan diri dari sekarang—belajar bahasa Jepang, tingkatkan keterampilan, dan cari informasi yang terpercaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top